You are here:   Home Blog Article Bike to Heritage: Tembok Berlin
Bike to Heritage: Tembok Berlin PDF Print E-mail
Written by Pradaningrum Mijarto   
Tuesday, 22 December 2009 22:36
TIDAK terasa, sudah 20 tahun lewat sejak komunisme runtuh di Jerman, yaitu saat tembok Berlin, yang dinilai sebagai tembok sombong yang membelah Jerman Timur dan Barat dan memisahkan keluarga serta orang-orang tercinta, hancur lebur dirubuhkan warga. Itu terjadi tepat 9 November 1989. Untuk memperingati 20 tahun runtuhnya Berlin Mauer, begitu sesak kegiatan di kota Berlin. Salah satunya adalah The Berlin Wall Trail (TBWT), yaitu mengelilingi jalur sepanjang 50 km di mana Tembok Berlin dulu berdiri.


Pemerintah Jerman sadar betul, masih begitu banyak pertanyaan tentang, “Di mana, sih, dulu Tembok Berlin berada?” Maka program TBWT pun digelar sehingga pejalan kaki dan pesepeda bisa dengan mudah menyusur jalur bekas tembok berada. Pasalnya, dengan semangat kebencian, 20 tahun lalu, warga Jerman ingin menghapus periode terburuk mereka sehingga tembok bersejarah yang memisahkan Berlin nyaris tak bersisa. Dalam rangka melestarikan ingatan dan sejarah atas kekejaman terhadap kemanusiaan, Senat Berlin memutuskan untuk menjadikan jalur perbatasan menjadi jejak sejarah.

Itu terjadi pada awal tahun 2000. Selanjutnya, konstruksi The Berliner Mauerweg (Jejak Tembok Berlin) pun mulai dibangun pada tahun 2002 dan kelar 2006. “Dewan Perwakilan Rakyat Daerah” Berlin mendukung rencana itu melalui resolusi untuk terus melanjutkan jalur pejalan kaki dan pesepeda sepanjang 160 km di mana tembok pernah berdiri di wilayah Jerman Barat serta menghubungkan jalur perbatasan yang masih memungkinan. Semua transportasi pun disesuaikan dengan jalur baru tersebut sehingga memudahkan pengunjung. Tahun lalu, proyek ini dilanjutkan untuk menyempurnakan jalur wisata sejarah Tembok Berlin.

“Intinya, secara total ada sepanjang 160 km Berlin Wall Trail yang tak hanya ditujukan sebagai pengingat akan tahun-tahun bagaimana kita 

dipisahkan dan juga untuk menarik wisatawan dari seluruh penjuru dunia tapi juga sebagai penghubung antara Berlin dan kawasan sekitar serta menjadi tempat di mana Timur bertemu Barat,” papar Ingeborg Junge-Reyer, Senator for Urban Development Berlin beberapa waktu lalu.


Tentu saja, wisata sejarah menggunakan sepeda ini dibikin saling terhubung dengan kota-kota di sekitar Berlin, atau Jerman secara global. Fasilitas untuk memberi kenyamanan para pengunjung, seperti tanda-tanda lalulintas, jalur, serta kesiapan lokasi yang dijual – selain jalur bekas tembok dan sisa tembok – juga dipersiapkan. Rupanya, warga Jerman, dan Berlin khususnya, sudah siap menerima sejarah terkelam negeri ini sebagai sebuah peluang bisnis dari pariwisata.


Pusaka budaya berupa Tembok Berlin ini, pernah menjadi momok bagi warga Jerman. Khususnya setelah 1989. Banyak dari mereka yang bersikeras membuang dan mengubur kenangan terkeji dari keberadaan tembok itu. Sementara para pejuang di bidang pelestarian pusaka, termasuk akademisi di bidang heritage Eropa, menolak melupakan peninggalan budaya sekelam apapun itu. Maka tak aneh, jika bagi penggerak pelestarian pusaka budaya, Berlin pernah dinilai menjadi contoh buruk bagi pelestarian karena Berlin Mauer nyaris tak bersisa. 

Keseriusan pemerintah Berlin terlihat dengan peta TBWT yang lengkap plus keterangan yang diperlukan bagi pengunjung. Berbagai info sejarah tentang jalan, persimpangan jalan, bangunan, tak ada yang terlewat, semua tersaji bagi pengunjung baik pejalan kaki maupun pesepeda. 

Sungguh berbahagia warga Jerman, atau mereka yang berkesempatan mampir ke Berlin, bahkan barangkali tinggal di negeri itu. Tembok kota, yang memang bukan tembok dari abad lampau, kini dihidupkan kembali. 

Setidaknya, menghidupkan kenangan, berbagi sejarah, pengalaman, dan tentu saja pendidikan bagi generasi muda agar semua itu tak terulang. Terlebih lagi, pemerintah Berlin kemudian sadar bahwa apa yang menjadi catatan hitam negeri itu, khususnya Berlin yang terbagi menjadi dua, merupakan peluang bisnis yang di kemudian hari akan diingat sebagai catatan manis bagi perkembangan perekonomian Berlin dan Jerman pada umumnya.


Last Updated on Tuesday, 22 December 2009 22:40
 
Brakes
Rem pada sepeda gunung telah dikembangka...
Frame
Suspensi depan dan belakang membuat aman...
Suspension
Saat ini banyak sepeda yang memiliki sis...
Derailleur
Derailleur adalah perangkat untuk merub...
Gear Ratio
Ide dibalik tumpukan gear pada sepeda [a...
Komponen Sepeda
Memang dipasaran atau toko-toko sepeda b...
Anatomi Sepeda
Panduan buat yang hobi gowes baik yang g...
Presiden Obama
Bersepeda Tanpa Helm, Presiden Obama Dis...
Indonesia Raih 1 Emas, 2 Perak, 3 Perunggu
Tim tuan rumah Indonesia, hingga malam t...
Bersepeda di Pantai
  Bersepeda di tepi pantai..? ...
Balap Sepeda Asia: Tang Kerong Juara Road Race Putri
Pebalap putri China Tang Ker ong, menjua...
Sejawat Special Edition
Lokasi event di Bondowoso dan Kawah Gunu...
BIDAKARA FUN BIKE 4
Lokasi Funbike:Start dan Finish di Depan...
FUN BIKE DAN MTB TOURNAMENT DURI BICYCLE CLUB
Lokasi Funbike:Kantor Tim Recreation PT ...
FUN BIKE HUT TVRI KE 47
Lokasi Funbike:TVRI Senayan, Jakarta Pus...
JAKARTA INDEPENDEN RACE
Lokasi Funbike:JakartaHari,Tanggal:9 Agu...
Mengenal Minuman Isotonik
Minuman Isotonik bagi olahragawanHati-ha...
Tetap Sehat di Usia Lanjut Dengan Gizi Sehat
PendahuluanTetap berprestasi dimasa tua ...
Nutrisi Olahraga
Untuk individu yang memberikan perhatian...
Weight loss, nutrition & cycling
Fun, fat and flabby? (no idea what title...

Blog

Bersepeda di Negeri Hans Christian Andersen (2)
 Tak ada data pasti berapa jumlah s...
Bersepeda di Negeri Hans Christian Andersen (1)
 Cerita Little Mermaidkarangan Han...
Kopenhagen, dari Kota Berpolusi ke "Neutral Carbon City" (2)
Tak ada yang bisa membantah bahwa keingi...
Kopenhagen, dari Kota Berpolusi ke "Neutral Carbon City" (1)
"Welcome to Climate Neutral Country”....
1001 Parkir Sepeda di Kopenhagen...
Ibukota Denmark, Kopenhagen, dikenal seb...
Komunitas Onthel Batavia Menggowes Jakarta
Kalau sudah hari Minggu begini, pengguna...
Bike to Heritage: Tembok Berlin
TIDAK terasa, sudah 20 tahun lewat seja...
Sepeda Makin Tersisih di Cina
Pesatnya perkembangan ekonomi Cina dari ...
Ngatijo, Mbengkel Itu Ibadah, Mesti Jujur...
"Mari, dik. Saya perlihatkan bentuk poro...
Bisnis Suku Cadang Sepeda
Pertumbuhan unit sepeda motor membawa ...
Salurkan Hobi dan Sehat dengan Mengayuh Pedal
Ngonthel Jadi Penghilang Suntuk HOBI t...
Kisah Dua Perempuan Penggila Sepeda Lipat
DUA perempuan ini kerap pelesir ke luar...
Mengayuh Kebugaran
Napas Reka terdengar mendengus kala ia m...
Ayo, Rame-rame Gowes ke Sekolah!
Bel sekolah berbunyi keras sampai ke lua...
Makin Digemari, Sepeda Listrik Diusulkan Punya Dokumen
Sepeda listrik mestinya juga dilengkapi ...
Kalau Pengantin Naik Sepeda...
SEPASANG muda-mudi tersebut tampak sumri...
Sepeda Murah Nan Unik
Apa yang bisa Anda buat dari serumpun ba...
Nugie Serukan Naik Sepeda
Nugie peduli lingkungan. Penyanyi ini me...
Sepeda Bersistem Komputer
Barangkali ini adalah sepeda paling cang...
Folding Bike
Sepeda lipat umumnya dibuat untuk ukura...
Sepeda Termahal di Dunia
Bagi pencinta sepeda, tentu senang berbu...
Downhill, Sahabat Gravitasi
Jangan aneh ya kalo di jalan melihat rom...
SEPEDA, mantan penguasa dunia
Boleh-boleh saja mobil mengklaim diri se...
Kompak & Sehat berkat Sepeda
BERSEPEDA bersama kelu...
Jenis Sepeda
Berdasarkan suspensi ata...
Apakah Sepeda Gunung itu.??
Sepeda gunung adalah kendaraan 4x4 nya k...
Apa lagi alasan untuk tidak naik sepeda?
BBM akhirnya naik lagi. Tarif angkutan u...
Bike2Work, Kegilaan ya Dianjurkan
Oleh: Muhammad Arief Rahman Tahukah Anda...
Sejarah Sepeda
 Seperti ditulis Ensiklopedia Colu...
Bersepeda Baik Bagi Pasien Gagal Jantung
Bagi mereka-mereka yang sudah pernah din...
Bersepeda atau Seks?
Pengendara sepeda sering mengalami gangg...