You are here:   Home Blog Article Kopenhagen, dari Kota Berpolusi ke "Neutral Carbon City" (2)
Kopenhagen, dari Kota Berpolusi ke "Neutral Carbon City" (2) PDF Print E-mail
Written by Inggried Dwi Wedhaswary - kompas   
Friday, 25 December 2009 20:22

Tak ada yang bisa membantah bahwa keinginan pemerintah Denmark menjadikan negaranya sebagai carbon neutral country pada tahun 2050 bukan sekadar visi. Begitu pula pemerintah kota Kopenhagen, dengan targetnya menjadikan Kopenhagen sebagai ibu kota negara pertama 

dengan tingkat karbon netral pada tahun 2025. Sistem yang dibangun dengan mapan menjadi jalan mewujudkan impian itu. Dan semuanya telah dirintis sejak beberapa tahun terakhir.

Saya dan Goris, climate champions dari Indonesia, sempat mengikuti energy tour yang merupakan rangkaian kegiatan COP15. Dua bukti keseriusan pemerintah Denmark yang sempat disaksikan langsung adalah penerapan teknologi tinggi dalam pengelolaan sampah menjadi energi. Tak hanya itu, Denmark juga telah memulai pilot project-nya untuk membangun gedung dan rumah yang ramah lingkungan dengan menggunakan solar panel dan ventilasi yang dirancang khusus bagi kawasan yang menikmati musim dingin dan musim panas. Ini sekelumit cerita dari tur dua jam yang menjadi bagian dari pembuktian pemerintah Denmark tentang mimpinya.

Mengolah sampah menjadi energi

Sebelumnya tak pernah terbayangkan bahwa sampah bisa diolah menjadi energi. Sekitar 30 peserta COP15 beruntung mendapatkan kesempatan untuk mengikuti tur ke lokasi pengelolaan sampah di Denmark di bawah perusahaan Amagerforbraending. Perusahaan ini memang berspesialisasi dalam hal pengelolaan sampah menjadi sesuatu yang lebih bernilai. Sampah-sampah di Kopenhagen diproses menjadi green energy.

Pengolahan sampah ditransformasikan menjadi tenaga listrik yang ramah lingkungan dan district heating. Kapasitas sampah yang bisa ditampung untuk diolah mencapai 440.000 ton per tahunnya. Energi dari pengolahan sampah ini terutama memproduksi CO2-netral energi, yang sebagian besar sampah terdiri dari material organik. Totalnya, mencapai 25 persen dari penggunaan di district heating di seluruh Kopenhagen atau setara dengan mengaliri listrik 70.000 rumah tangga.

Dari keseluruhan sampah di Kopenhagen, sebanyak 50 persen berasal dari sampah rumah tangga, pusat daur ulang 7 persen dan sampah industri 42 persen, serta lainnya 1 persen.

Proses kerja pengolahan sampah ini berlangsung dalam 7 tahap. Secara singkatnya, ada pemisahan antara sampah organik dan non-organik. Kemudian sampah-sampah dipanaskan dan selanjutnya akan diolah menjadi sumber energi melalui sejumlah proses yang diterangkan secara singkat oleh para ahli di Amagerforbranding. Dengan pengolahan limbah sampah seperti ini diyakini dapat mengurani emisi di atmosfer dan efisiensi energi akan memberikan keuntungan besar bagi lingkungan.

Gedung dan rumah ramah lingkungan

Selain mengupayakan pengolahan limbah sampah yang ramah lingkungan, pemerintah Denmark bekerja sama dengan sejumlah universitas dan para ahli dari perusahaan arsitek juga merancang gedung dan rumah yang ramah lingkungan. Mereka menyebutnya sebagai neutral carbon building dan neutral carbon houses. Gedung pertama dibangun di Fakultas Sains, Universitas Kopenhagen, yang diperuntukkan bagi dekan, profesor, dan mahasiswa. Gedung yang berbentuk minimalis dan dicat hijau ini didesain oleh Christensen and Co Architects A/S. Gedung ini dibangun dengan banyak kaca sehingga untuk cahaya pada siang hari mengandalkan sinar matahari. Tak hanya itu, pembangunan gedung ini juga menekankan pada banyaknya ventilasi.

Gedung yang juga sering disebut sebagai green light house ini mulai dibangun pada Oktober 2008 dan selesai pembangunannya pada Oktober 2009. Kesempatan menjadi tuan rumah COP 15 tak disia-siakan pemerintah Denmark untuk menyosialisasikan konsep yang tengah dikembangkannya. Ke depannya, proyek yang sama akan dilakukan di sejumlah negara. di antaranya Inggris, Jerman, Amerik,a dan Perancis. Salah satu ahli, Michael Rasmussen, mengatakan, tiga titik poin dari konsep ini adalah energo, indoor climate, dan lingkungan. “Kesemuanya ini harus nyaman dan menyehatkan,” ujarnya.

Dijelaskan, dalam konsep ini cahaya digunakan sebagai energi aktif. Gedung ini memiliki fungsi sebagai cahaya kapan saja dan dalam keadaan cuaca apa saja dan mentransformasikan cahaya dari luar ke dalam melalui jendela dan atap yang transparan dari kaca. Terdapat pula sensor yang akan mengatur cahaya. Seluruh energi digerakkan dengan solar dan sinar matahari.

Untuk rumahnya, pilot project dilaksanakan di kawasan utara Kopenhagen. Terdapat dua rumah yang akan dijadikan contoh. Rumah tersebut terdiri dari dua lantai dengan kamar tidur di lantai satu yang saling berhadapan. Secara konsep, rumah ramah lingkungan ini hampir sama dengan gedung. Namun, rumah didesain untuk keluarga dan individu. Rasmussen mengatakan, pemerintah Denmark berharap konsep rumah dan gedung ini bisa ditiru oleh berbagai negara.

“Ini konsep rumah yang aktif, di mana dia bisa bekerja sendiri menyesuaikan  dengan lingkungannya. Kalau panas rumah ini akan menyejukkan, kalau dingin rumah ini akan menghangatkan,” kata dia.

Ya, mimpi Denmark, khususnya Kopenhagen menjadi kota dengan tingkat karbon netral pada tahun 2025 bukan sesuatu yang mustahil akan tercapai. Kuncinya, kerja sama dan dukungan dari berbagai sektor yang ada.


Last Updated on Friday, 25 December 2009 21:07
 
Brakes
Rem pada sepeda gunung telah dikembangka...
Frame
Suspensi depan dan belakang membuat aman...
Suspension
Saat ini banyak sepeda yang memiliki sis...
Derailleur
Derailleur adalah perangkat untuk merub...
Gear Ratio
Ide dibalik tumpukan gear pada sepeda [a...
Komponen Sepeda
Memang dipasaran atau toko-toko sepeda b...
Anatomi Sepeda
Panduan buat yang hobi gowes baik yang g...
Presiden Obama
Bersepeda Tanpa Helm, Presiden Obama Dis...
Indonesia Raih 1 Emas, 2 Perak, 3 Perunggu
Tim tuan rumah Indonesia, hingga malam t...
Bersepeda di Pantai
  Bersepeda di tepi pantai..? ...
Balap Sepeda Asia: Tang Kerong Juara Road Race Putri
Pebalap putri China Tang Ker ong, menjua...
Sejawat Special Edition
Lokasi event di Bondowoso dan Kawah Gunu...
BIDAKARA FUN BIKE 4
Lokasi Funbike:Start dan Finish di Depan...
FUN BIKE DAN MTB TOURNAMENT DURI BICYCLE CLUB
Lokasi Funbike:Kantor Tim Recreation PT ...
FUN BIKE HUT TVRI KE 47
Lokasi Funbike:TVRI Senayan, Jakarta Pus...
JAKARTA INDEPENDEN RACE
Lokasi Funbike:JakartaHari,Tanggal:9 Agu...
Mengenal Minuman Isotonik
Minuman Isotonik bagi olahragawanHati-ha...
Tetap Sehat di Usia Lanjut Dengan Gizi Sehat
PendahuluanTetap berprestasi dimasa tua ...
Nutrisi Olahraga
Untuk individu yang memberikan perhatian...
Weight loss, nutrition & cycling
Fun, fat and flabby? (no idea what title...

Blog

Bersepeda di Negeri Hans Christian Andersen (2)
 Tak ada data pasti berapa jumlah s...
Bersepeda di Negeri Hans Christian Andersen (1)
 Cerita Little Mermaidkarangan Han...
Kopenhagen, dari Kota Berpolusi ke "Neutral Carbon City" (2)
Tak ada yang bisa membantah bahwa keingi...
Kopenhagen, dari Kota Berpolusi ke "Neutral Carbon City" (1)
"Welcome to Climate Neutral Country”....
1001 Parkir Sepeda di Kopenhagen...
Ibukota Denmark, Kopenhagen, dikenal seb...
Komunitas Onthel Batavia Menggowes Jakarta
Kalau sudah hari Minggu begini, pengguna...
Bike to Heritage: Tembok Berlin
TIDAK terasa, sudah 20 tahun lewat seja...
Sepeda Makin Tersisih di Cina
Pesatnya perkembangan ekonomi Cina dari ...
Ngatijo, Mbengkel Itu Ibadah, Mesti Jujur...
"Mari, dik. Saya perlihatkan bentuk poro...
Bisnis Suku Cadang Sepeda
Pertumbuhan unit sepeda motor membawa ...
Salurkan Hobi dan Sehat dengan Mengayuh Pedal
Ngonthel Jadi Penghilang Suntuk HOBI t...
Kisah Dua Perempuan Penggila Sepeda Lipat
DUA perempuan ini kerap pelesir ke luar...
Mengayuh Kebugaran
Napas Reka terdengar mendengus kala ia m...
Ayo, Rame-rame Gowes ke Sekolah!
Bel sekolah berbunyi keras sampai ke lua...
Makin Digemari, Sepeda Listrik Diusulkan Punya Dokumen
Sepeda listrik mestinya juga dilengkapi ...
Kalau Pengantin Naik Sepeda...
SEPASANG muda-mudi tersebut tampak sumri...
Sepeda Murah Nan Unik
Apa yang bisa Anda buat dari serumpun ba...
Nugie Serukan Naik Sepeda
Nugie peduli lingkungan. Penyanyi ini me...
Sepeda Bersistem Komputer
Barangkali ini adalah sepeda paling cang...
Folding Bike
Sepeda lipat umumnya dibuat untuk ukura...
Sepeda Termahal di Dunia
Bagi pencinta sepeda, tentu senang berbu...
Downhill, Sahabat Gravitasi
Jangan aneh ya kalo di jalan melihat rom...
SEPEDA, mantan penguasa dunia
Boleh-boleh saja mobil mengklaim diri se...
Kompak & Sehat berkat Sepeda
BERSEPEDA bersama kelu...
Jenis Sepeda
Berdasarkan suspensi ata...
Apakah Sepeda Gunung itu.??
Sepeda gunung adalah kendaraan 4x4 nya k...
Apa lagi alasan untuk tidak naik sepeda?
BBM akhirnya naik lagi. Tarif angkutan u...
Bike2Work, Kegilaan ya Dianjurkan
Oleh: Muhammad Arief Rahman Tahukah Anda...
Sejarah Sepeda
 Seperti ditulis Ensiklopedia Colu...
Bersepeda Baik Bagi Pasien Gagal Jantung
Bagi mereka-mereka yang sudah pernah din...
Bersepeda atau Seks?
Pengendara sepeda sering mengalami gangg...