You are here:   Home Blog Article Bersepeda di Negeri Hans Christian Andersen (1)
Bersepeda di Negeri Hans Christian Andersen (1) PDF Print E-mail
Written by Inggried Dwi Wedhaswary - kompas   
Friday, 25 December 2009 20:25

 

Cerita Little Mermaidkarangan Hans Christian Andersen telah menjadi ikon salah satu negara dari rumpun Skandinavia, Denmark. Kini, Denmark punya ikon dan cerita baru, yakni cerita tentangcykling (bersepeda) yang bisa dijumpai di segala penjuru kota. Cerita cykling kali ini hadir dari Kopenhagen sebagai pilihan bertransportasi yang sudah membudaya di ibu kota negara berpenduduk sekitar 5 juta jiwa itu....


Siapa saja yang pernah mengunjungi kota di Eropa pasti sudah biasa menemukan fenomena bersepeda sebagai salah satu pilihan transportasi yang sudah membudaya, termasuk di Kopenhagen, Denmark. Dalam sebuah penelitian tahun 2007, Kopenhagen masuk dalam jajaran 11 kota sepeda terbaik di dunia. Kota ini menduduki peringkat ketiga di bawah Amsterdam (Belanda) dan Portland, Oregon (Amerika Serikat).

Menurut seorang arsitek, Jan Gehl, Denmark memang mengalami perkembangan dan perubahan kultur yang sangat signifikan dalam berkendara. Keinginan pemerintah mengajak masyarakatnya beralih ke transportasi umum dan ramah lingkungan membuahkan hasil. Salah satu hal yang mendukung keberhasilan tersebut adalah kesiapan infrastruktur yang membuat masyarakat merasa aman dan nyaman.

Menilik sejarah persepedaan di Denmark, hal itu ternyata punya latar belakang cerita yang cukup menarik. Dari riset kecil-kecilan, saya menemukan informasi bahwa dalam 1,5 abad, budaya bersepeda di Denmark terus mengalami perkembangan dan semakin populer di kalangan masyarakat. Pada tahun 1890, ada sekitar 3.000 sepeda di Kopenhagen (www.cycling-embassy.dk). Jumlah ini meningkat pada tahun 1900 menjadi 30.000 sepeda. Tujuh tahun kemudian jumlah tersebut menjadi 80.000 dan terus meningkat hingga 400.000 sepeda di Kopenhagen pada tahun 1934.

Federasi Sepeda Denmark yang dibentuk pada tahun 1905 merupakan organisasi sepeda tertua di Eropa dengan tujuan utama membuat pengambil kebijakan memberikan kondisi yang lebih baik bagi para pengguna sepeda. Tidak sampai 5 tahun, sudah ada peraturan yang diperkenalkan di Kepolisian Kopenhagen. Pada tahun 1923, aturan mengenai Aturan Berkendara disetujui di parlemen. Pada tahun 1920 hingga 1930-an, sepeda dan trem mendominasi jalanan di sejumlah kota besar dan semakin berkembang. Pada saat yang bersamaan, sepeda menjadi semakin populer dan menjadi alat transportasi yang diminati.

Selama masa pendudukan Jerman atas Denmark pada tahun 1940-1945, terbatasnya ketersediaan bahan bakar membuat sepeda menjadi alat transportasi yang paling diandalkan. Hal ini terus berlanjut sampai pertengahan tahun 1950-an, ketika akhirnya pengguna mobil mengalami pertumbuhan pesat. Peningkatan penggunaan mobil membuat berkurangnya pengguna sepeda secara signifikan hingga pertengahan tahun 1970. Kendati pengguna sepeda berkurang, sepertiga dari orang dewasa pada masa itu masih bertahan menggunakan kendaraan tenaga angin tersebut secara teratur.

Krisis energi pada tahun 1970-an dan meningkatnya kepedulian pada lingkungan menjadi faktor utama adanya transformasi transportasi dari mobil ke sepeda dan transportasi publik. Hal itu didukung pula oleh adanya peningkatan fasilitas dan infrastruktur bagi para pengguna sepeda. Dari tahun 1982 hingga 2001, anggaran negara dialokasikan untuk mendanai pembangunan jalur dan infrastruktur sepeda bagi para penggunanya. Konsentrasi pendanaan untuk pos persepedaan ini mulai berkurang setelah tahun 2001.

Saat menyampaikan sambutan pada pembukaan konferensi perubahan iklim, 7 Desember 2009, Gubernur Kopenhagen Ritt Bjerregard memasukkan unsur “cykling” sebagai salah satu upaya pemerintahannya menekan emisi 20 persen seperti yang ditargetkan untuk rentang waktu 2005-2015. Mengajak warga bersepeda diyakini bisa mengurangi angka emisi dari sektor transportasi. Ritt menyebutkan, 50 persen warga Kopenhagen telah beralih menggunakan sepeda sebagai pilihan utama bertransportasi.

Bahkan, dalam pamflet promosi yang menyambut peserta COP15 disebutkan bahwa di antara empat warga Kopenhagen, hanya satu yang memiliki mobil. Apa yang diungkapkan Ritt langsung bisa dijumpai kala kita berkeliling Kota Kopenhagen. Tak hanya di jalanan, tetapi juga di dalam kereta api. Ia pun menargetkan, Kopenhagen menjadi ibu kota negara pertama yang berpredikat “Neutral Carbon City” pada tahun 2015.

Pengendara Sepeda bak “Raja”


Di jalanan Kopenhagen banyak dijumpai berbagai papan petunjuk bergambar sepeda. Entah itu menunjukkan jalur khusus sepeda, tempat parkir sepeda, tempat penitipan sepeda dan berbagai simbol lain yang memudahkan para pengguna sepeda. Berbagai kemudahan ini mungkin bisa menjadi pertanda bahwa para pengguna sepeda menjadi “raja” di kota ini. Di tengah jalanan yang berukuran cukup besar, di sisi kanan jalan masing-masing arah, terdapat jalur khusus sepeda. Di beberapa kawasan, jalur khusus sepeda dicat berwarna khusus. Seperti di kawasan Parliament Square, jalur khusus sepeda dicat berwarna biru. Di ujung jalan, biasanya dibuat gambar sepeda berukuran cukup besar. Maka, jangan takut disalip mobil kala bersepeda di kota ini.

Traffic light
 bagi pengguna sepeda juga dipisahkan dengan lampu lalu lintas bagi pengendara mobil dan bus. Adatraffic light khusus yang bergambar sepeda di lampu paling atas, kemudian diikuti lampu hijau, kuning, dan merah.

Parkir khusus sepeda juga merajai. Di setiap sisi jalan bagi pedestrian, pasti ada tempat parkir sepeda. Bisa dibilang, area parkir sepeda lebih penuh dibandingkan mobil yang parkir di pinggir jalan. Pemerintah setempat juga merancang berbagai macam kreasi parkir sepeda. Menarik untuk dicermati. Ada tempat khusus yang menjadi ruang bagi ban sepeda depan. Tujuannya agar sepeda terparkir dengan rapi dan menghindari sepeda berjatuhan jika tersenggol satu sama lain. Pemandangan deretan sepeda yang terparkir pun menjadi salah satu obyek yang khas dari Kopenhagen.

Bagi para pengguna yang mengayuh sepedanya hanya sampai di stasiun, tak masalah. Di setiap stasiun kereta api, kita akan menjumpai tempat menyimpan sepeda yang disusun bertingkat. Saya sendiri tak terbayang bagaimana menaikkan sepeda-sepeda itu atas dan menyusunnya secara rapi. Menurut informasi, penitipan sepeda itu gratis. Pastikan saja sepeda aman terkunci saat dititipkan.

Tempat penitipan juga ada dua macam. Ada yang di dalam dan di luar stasiun. Di luar stasiun, penitipan biasanya tepat di pelataran yang tak jauh di pintu keluar. Penitipan di dalam stasiun biasanya ada tanda gambar sepeda yang dipasang di bagian pintu besinya. Letak ruangan ini berbeda di setiap stasiunnya.

Sebagai gambaran, kereta api di Kopenhagen, khususnya S-Tog, terdapat di bawah tanah sehingga stasiun selalu terdiri dari beberapa lantai. Ruang penyimpanan sepeda terdapat di lantai dua atau tiga. Namun jangan khawatir mencari cara untuk membawanya ke lantai atas. Di tangga pun tersedia jalur khusus yang memudahkan pemilik membawa atau menenteng sepeda. Tak sedikit pula yang terlihat santai membawa sepedanya naik dengan menggunakan eskalator.

Tak sedikit pula yang membawa sepedanya naik ke atas kereta api. Jangan salah, di dalam kereta api pun ada barisan kursi yang disediakan khusus untuk “memarkir” sepeda. Biasanya, di bagian bawah kursi ada semacam bahan dari karet yang dibuat berjarak hingga cukup untuk memasukkan ban sepeda dan tak menyebabkannya jatuh karena goncangan sepanjang jalan. Sang pemilik? Mereka bisa santai membaca buku hingga kereta mengantarkan ke stasiun tujuan, kemudian turun, menenteng sepeda, dan gowes lagi!

Nah, ada banyak cerita menarik beberapa warga Kopenhagen tentang pilihannya menggunakan sepeda....

(bersambung)


Last Updated on Friday, 25 December 2009 21:29
 
Brakes
Rem pada sepeda gunung telah dikembangka...
Frame
Suspensi depan dan belakang membuat aman...
Suspension
Saat ini banyak sepeda yang memiliki sis...
Derailleur
Derailleur adalah perangkat untuk merub...
Gear Ratio
Ide dibalik tumpukan gear pada sepeda [a...
Komponen Sepeda
Memang dipasaran atau toko-toko sepeda b...
Anatomi Sepeda
Panduan buat yang hobi gowes baik yang g...
Presiden Obama
Bersepeda Tanpa Helm, Presiden Obama Dis...
Indonesia Raih 1 Emas, 2 Perak, 3 Perunggu
Tim tuan rumah Indonesia, hingga malam t...
Bersepeda di Pantai
  Bersepeda di tepi pantai..? ...
Balap Sepeda Asia: Tang Kerong Juara Road Race Putri
Pebalap putri China Tang Ker ong, menjua...
Sejawat Special Edition
Lokasi event di Bondowoso dan Kawah Gunu...
BIDAKARA FUN BIKE 4
Lokasi Funbike:Start dan Finish di Depan...
FUN BIKE DAN MTB TOURNAMENT DURI BICYCLE CLUB
Lokasi Funbike:Kantor Tim Recreation PT ...
FUN BIKE HUT TVRI KE 47
Lokasi Funbike:TVRI Senayan, Jakarta Pus...
JAKARTA INDEPENDEN RACE
Lokasi Funbike:JakartaHari,Tanggal:9 Agu...
Mengenal Minuman Isotonik
Minuman Isotonik bagi olahragawanHati-ha...
Tetap Sehat di Usia Lanjut Dengan Gizi Sehat
PendahuluanTetap berprestasi dimasa tua ...
Nutrisi Olahraga
Untuk individu yang memberikan perhatian...
Weight loss, nutrition & cycling
Fun, fat and flabby? (no idea what title...

Blog

Bersepeda di Negeri Hans Christian Andersen (2)
 Tak ada data pasti berapa jumlah s...
Bersepeda di Negeri Hans Christian Andersen (1)
 Cerita Little Mermaidkarangan Han...
Kopenhagen, dari Kota Berpolusi ke "Neutral Carbon City" (2)
Tak ada yang bisa membantah bahwa keingi...
Kopenhagen, dari Kota Berpolusi ke "Neutral Carbon City" (1)
"Welcome to Climate Neutral Country”....
1001 Parkir Sepeda di Kopenhagen...
Ibukota Denmark, Kopenhagen, dikenal seb...
Komunitas Onthel Batavia Menggowes Jakarta
Kalau sudah hari Minggu begini, pengguna...
Bike to Heritage: Tembok Berlin
TIDAK terasa, sudah 20 tahun lewat seja...
Sepeda Makin Tersisih di Cina
Pesatnya perkembangan ekonomi Cina dari ...
Ngatijo, Mbengkel Itu Ibadah, Mesti Jujur...
"Mari, dik. Saya perlihatkan bentuk poro...
Bisnis Suku Cadang Sepeda
Pertumbuhan unit sepeda motor membawa ...
Salurkan Hobi dan Sehat dengan Mengayuh Pedal
Ngonthel Jadi Penghilang Suntuk HOBI t...
Kisah Dua Perempuan Penggila Sepeda Lipat
DUA perempuan ini kerap pelesir ke luar...
Mengayuh Kebugaran
Napas Reka terdengar mendengus kala ia m...
Ayo, Rame-rame Gowes ke Sekolah!
Bel sekolah berbunyi keras sampai ke lua...
Makin Digemari, Sepeda Listrik Diusulkan Punya Dokumen
Sepeda listrik mestinya juga dilengkapi ...
Kalau Pengantin Naik Sepeda...
SEPASANG muda-mudi tersebut tampak sumri...
Sepeda Murah Nan Unik
Apa yang bisa Anda buat dari serumpun ba...
Nugie Serukan Naik Sepeda
Nugie peduli lingkungan. Penyanyi ini me...
Sepeda Bersistem Komputer
Barangkali ini adalah sepeda paling cang...
Folding Bike
Sepeda lipat umumnya dibuat untuk ukura...
Sepeda Termahal di Dunia
Bagi pencinta sepeda, tentu senang berbu...
Downhill, Sahabat Gravitasi
Jangan aneh ya kalo di jalan melihat rom...
SEPEDA, mantan penguasa dunia
Boleh-boleh saja mobil mengklaim diri se...
Kompak & Sehat berkat Sepeda
BERSEPEDA bersama kelu...
Jenis Sepeda
Berdasarkan suspensi ata...
Apakah Sepeda Gunung itu.??
Sepeda gunung adalah kendaraan 4x4 nya k...
Apa lagi alasan untuk tidak naik sepeda?
BBM akhirnya naik lagi. Tarif angkutan u...
Bike2Work, Kegilaan ya Dianjurkan
Oleh: Muhammad Arief Rahman Tahukah Anda...
Sejarah Sepeda
 Seperti ditulis Ensiklopedia Colu...
Bersepeda Baik Bagi Pasien Gagal Jantung
Bagi mereka-mereka yang sudah pernah din...
Bersepeda atau Seks?
Pengendara sepeda sering mengalami gangg...