RedBlueDark SmallMediumLarge NarrowWideFluid
Home Blog Article Bersepeda atau Seks?
Bersepeda atau Seks? PDF Print E-mail
Monday, 02 June 2008 22:01
Pengendara sepeda sering mengalami gangguan ereksi. Kecuali, tempat duduknya tepat.

Is biking bad for the bedroom?

Apakah bersepeda buruk bagi kehidupan seks Anda?

Pada September 1997, Ed Pevelka, kolumnis majalah "Bicycling" membuat kejutan dengan membuka rahasia: Ia menderita disfungsi ereksi akibat kegemarannya bersepeda. Ia menulis begini: "…hasil test menyatakan aliran darah menuju ke penis saya sangat sedikit , akibatnya alat kelamin saya tidak mampu ber-ereksi dengan kuat untuk bisa melakukan hubungan seks…"

Keyakinan Pavelka, bersepeda menimbulkan masalah pada alat kelaminnya didukung sejumlah fakta medis. Irwin Goldstein, MD, seorang spesialis yang menangani masalah-masalah disfungsi ereksi di Boston University Medical Center, membuat pernyataan yang dikutip secara luas oleh media massa: Semua pengendara sepeda laki-laki berisiko menderita disfungsi ereksi, dan mereka harus mempertimbangkan untuk berhenti bersepeda jika masih ingin menikmati seks!


Goldstein, yang pasiennya kebanyakan mengalami gangguan ereksi, beberapa diantaranya para penggemar olahraga bersepeda, tergerak melakukan studi di Boston University Medical Center, untuk menguji hubungan antara bersepeda dan gangguan ereksi. Hasil risetnya menunjukkan, atlet olah raga bersepeda atau para penggemar fanatik olahraga bersepeda, berisiko menderita gangguan ereksi ketimbang atlet atau laki-laki yang tidak melakukan olahraga ini. Para pengendara sepeda tersebut umumnya mengeluh: Mengalami masalah ketika kencing, gangguan ereksi, dan mati rasa di sekitar pangkal paha.

Apakah bersepeda yang menjadi faktor utama timbulnya gangguan ereksi?

Riset Goldstein tidak menemukan penyebabnya, tetapi studi lain yang dilakukan di University of California, San Diego, membantu menjelaskannya. Penelitian yang dilakukan bersama Serfas, sebuah perusahaan asesori sepeda di Lake Forest California—menemukan bahwa: Bukan olahraga bersepeda yang menyebabkan gangguan ereksi tapi tempat duduknya!

"Laki-laki bisa menderita gangguan ereksi sesudah duduk di atas tempat duduk sepeda yang keras selama berjam-jam, karena hal itu akan memampatkan aliran darah pada tubuh manusia, di daerah yang dikenal sebagai perineum," jelas Ken Taylor M.D, peneliti yang terlibat dalam penelitian sepeda dan impotensi pada tahun 1999. Perineum adalah daerah antara anus dan scrotum (kantung testis).

Tim Roddy, M.D, seorang urolog, ahli penyakit-penyakit saluran kencing, di Edmons, Washington, sependapat bahwa tekanan tubuh saat kita duduk di atas sepeda dapat menimbulkan masalah. "Laki-laki dapat menggencet pembuluh darah vital dan urat-urat syaraf -- yang diperlukan agar fungsi seksual-nya berjalan normal -- dengan duduk di atas tempat duduk sepeda yang keras dalam jangka waktu cukup lama," katanya.

Serfas, pabrik asesori sepeda itu, kemudian menawarkan disain tempat duduk sepeda yang dapat mencegah pengendara sepeda menekan daerah seputar perineum, yang disebut "the Eliminator", memiliki bantalan panjang sampai di tengah dengan sebuah cekungan di bagian depan. Pada, April 1999, para peneliti menguji disain baru ini terhadap 15 pengendara sepeda yang mengayuh sepeda antara 150- 300 mil setiap minggu.

Hasilnya?

Jika dulu 80 persen pengendara sepeda yang menggunakan tempat duduk model konvensional mengeluh menderita mati rasa di pangkal pahanya kini hanya 14 persen yang mengeluhkan hal yang sama.

Sebuah perusahaan spesialis komponen sepeda di Morgan Hill, California, juga menawarkan disain tempat duduk baru yang membuat para pengendara sepeda merasa aman dan nyaman. Disainernya Roger Minkow MD, membuat tempat duduk yang diberi nama the Body Geometry Saddle dengan meminta masukan dari sejumlah urolog dan polisi divisi sepeda, polisi yang menjalankan tugasnya dengan bersepeda. Tempat duduk khusus ini sangat tipis dan lentur dengan bentuk V.

Pada saat pengujian model tempat duduk baru ini, perusahaan tersebut berkonsultasi dengan Robert Kessler, MD, profesor urologi di Stanford University Medical Center di Palo Alto, California. Pada Maret 1999, Kessler merekrut 25 pengendara sepeda. Masing-masing mengendarai sepeda setidaknya 6 jam dalam seminggu, dan mereka rata-rata mengalami gangguan ereksi, mati rasa di sekitar pangkal paha dan sulit kencing. Para pengendara sepeda tersebut mencoba tempat duduk baru ini selama satu bulan. Hasilnya, hanya satu orang yang menyatakan tidak ada perubahan pada keluhan yang dideritanya selama ini.

"Tentu saja, tidak setiap pengendara sepeda mengalami gangguan ereksi, seperti halnya tidak setiap perokok menderita kanker paru-paru," kata Taylor. "Tetapi ukuran dan bentuk tempat duduk sepeda merupakan faktor risiko." Bisa dipastikan, tempat duduk yang keras, tanpa bantalan yang memadai akan mengganggu aliran darah menuju penis, dibandingkan tempat duduk dengan disain dan bantalan yang tepat, katanya.

Faktor risiko lain bagi para pengendara sepeda adalah:
kelebihan berat badan, memiliki pinggul lebar dibandingkan rata-rata dan posisi badan yang terlalu condong ke depan pada saat bersepeda –semuanya memberikan tekanan ekstra pada daerah antara anus dan scrotum atau yang disebut dengan perineum, dan mengakibatkan gangguan fungsi seksual.
Hmm..sekarang, Anda pilih mana? Bersepeda atau seks..?
Kalau memilih keduanya, sebaiknya perbaiki tempat duduknya dulu!

Sumber : Kompas
Last Updated on Tuesday, 03 June 2008 18:55
 

Blog

Fisiologi Olahraga
Sistem kardiovaskular & ConditioningMemb...
Panduan Dasar untuk Cyclocomputers
Sebuah Cyclocomputer pada dasarnya adala...
Ayo, Pasang iPhone di Sepeda Anda
Dahon, perusahaan pembuat sepeda lipat m...
Bersepeda di Negeri Hans Christian Andersen (2)
 Tak ada data pasti berapa jumlah s...
Bersepeda di Negeri Hans Christian Andersen (1)
 Cerita Little Mermaidkarangan Han...
Kopenhagen, dari Kota Berpolusi ke "Neutral Carbon City" (2)
Tak ada yang bisa membantah bahwa keingi...
Kopenhagen, dari Kota Berpolusi ke "Neutral Carbon City" (1)
"Welcome to Climate Neutral Country”....
1001 Parkir Sepeda di Kopenhagen...
Ibukota Denmark, Kopenhagen, dikenal seb...
Komunitas Onthel Batavia Menggowes Jakarta
Kalau sudah hari Minggu begini, pengguna...
Bike to Heritage: Tembok Berlin
TIDAK terasa, sudah 20 tahun lewat seja...
Sepeda Makin Tersisih di Cina
Pesatnya perkembangan ekonomi Cina dari ...
Ngatijo, Mbengkel Itu Ibadah, Mesti Jujur...
"Mari, dik. Saya perlihatkan bentuk poro...
Bisnis Suku Cadang Sepeda
Pertumbuhan unit sepeda motor membawa ...
Salurkan Hobi dan Sehat dengan Mengayuh Pedal
Ngonthel Jadi Penghilang Suntuk HOBI t...
Kisah Dua Perempuan Penggila Sepeda Lipat
DUA perempuan ini kerap pelesir ke luar...
Mengayuh Kebugaran
Napas Reka terdengar mendengus kala ia m...
Ayo, Rame-rame Gowes ke Sekolah!
Bel sekolah berbunyi keras sampai ke lua...
Makin Digemari, Sepeda Listrik Diusulkan Punya Dokumen
Sepeda listrik mestinya juga dilengkapi ...
Kalau Pengantin Naik Sepeda...
SEPASANG muda-mudi tersebut tampak sumri...
Sepeda Murah Nan Unik
Apa yang bisa Anda buat dari serumpun ba...
Nugie Serukan Naik Sepeda
Nugie peduli lingkungan. Penyanyi ini me...
Sepeda Bersistem Komputer
Barangkali ini adalah sepeda paling cang...
Folding Bike
Sepeda lipat umumnya dibuat untuk ukura...
Sepeda Termahal di Dunia
Bagi pencinta sepeda, tentu senang berbu...
Downhill, Sahabat Gravitasi
Jangan aneh ya kalo di jalan melihat rom...
SEPEDA, mantan penguasa dunia
Boleh-boleh saja mobil mengklaim diri se...
Kompak & Sehat berkat Sepeda
BERSEPEDA bersama kelu...
Jenis Sepeda
Berdasarkan suspensi ata...
Apakah Sepeda Gunung itu.??
Sepeda gunung adalah kendaraan 4x4 nya k...
Apa lagi alasan untuk tidak naik sepeda?
BBM akhirnya naik lagi. Tarif angkutan u...
Bike2Work, Kegilaan ya Dianjurkan
Oleh: Muhammad Arief Rahman Tahukah Anda...
Sejarah Sepeda
 Seperti ditulis Ensiklopedia Colu...
Bersepeda Baik Bagi Pasien Gagal Jantung
Bagi mereka-mereka yang sudah pernah din...
Bersepeda atau Seks?
Pengendara sepeda sering mengalami gangg...