You are here:
| Kompak & Sehat berkat Sepeda |
|
|
|
| Written by (sindo//tty) |
| Monday, 30 June 2008 00:29 |
![]() BERSEPEDA bersama keluarga banyak membawa manfaat. Selain baik untuk kesehatan fisik, mengayuh roda dua itu juga akan membuat hubungan orangtua-anak harmonis. (sindo//tty)Akhir minggu, adalah waktu yang cocok untuk menikmati kebersamaan dengan semua anggota keluarga. Menyambut cahaya matahari pertama yang muncul di akhir pekan, tentu saja bisa dinikmati dengan berbagai cara. Bisa dengan lari pagi, senam, bersepatu roda ataupun bersepeda keliling kompleks perumahan ataupun berkeliling kota. World Health Organization (WHO), salah satu organisasi PBB yang bergerak di bidang kesehatan menyebutkan, bersepeda merupakan aktivitas fisik yang murah dan cocok untuk menjaga kesehatan. Bahkan, studi di Denmark mengungkapkan, bersepeda bisa menurunkan angka kematian hingga 40%. Tidak heran jika kemudian bersepeda menjadi salah satu olahraga favorit . Berbeda dengan bersepeda secara individu, mengayuh sepeda bersama anggota keluarga memiliki kesan tersendiri. Selain bisa mengakrabkan, juga dapat menjaga kekompakan di antara anggota keluarga, menghabiskan pagi dengan bersepeda bersama, bisa menumbuhkan rasa saling memperhatikan dan melindungi. Secara mental, bersepeda dapat membahagiakan suasana hati, menekan depresi, dan menumbuhkan rasa percaya diri serta menanamkan jiwa sportif. Hal tersebut didukung penelitian oleh Associate Professor Bidang Ilmu Kesehatan Anak di Albert Enstein College of Medicine, AS, Dr Andrew Adesman. "Anak-anak biasanya belajar naik sepeda roda tiga dalam usia 2,5 hingga 3 tahun. Dengan mendampingi mereka bersepeda di usia dini tersebut, ikatan antarkeluarga akan semakin kuat," kata Andrew. Jika pada usia tersebut si kecil tidak mampu atau mengalami kesulitan mengendarai sepeda, ada baiknya orangtua waspada akan adanya gangguan motorik pada anak. Tapi bila si kecil mampu naik turun tangga, berlari, dan melompat dengan baik, mungkin ia hanya perlu lebih keras belajar mengendarainya. "Dengan bersepeda bersama, orangtua juga bisamelihat dan mengamati pertumbuhan anakanaknya," tambah Andrew lagi. Banyak manfaat lainnya bisadirasakananggota keluarga ketika bersepeda bersama di Minggu pagi. Yang paling menonjol bagi anak-anak adalah kemampuan belajar mengenal arah. Mulai mengetahui kiri atau kanan, tanjakan atau turunan, tikungan, berputar, mundur, dan sebagainya. Dengan bersepeda, memudahkan anak untuk mengenal pemetaan ruang. "Anak-anak masih menggunakan sepeda roda tiga, tentu saja bersepeda belum bisa dilakukan dengan jarak yang jauh," kata penulis yang juga ibu rumah tangga, Widya Anggara. Manfaat lainnya yang dirasakan Widya ketika bersepeda bersama anak-anaknya antara lain adalah anak mudah bereksplorasi dari tempat satu ke tempat lain dengan bantuan orangtua. Anak juga akan mengenal lingkungan baru ataupun orang-orang baru. Interaksi dengan lingkungan pun semakin bertambah. "Khususnya lagi, kemampuan motorik anak juga dilatih. Otot kaki dan tangan terasah mengendalikan sepeda dan anak-anak lebih ceria," katanya. Sebagai ibu dari dua putra dan putri, Widya mengaku tidak mau memilih sepeda secara asal untuk anak-anaknya. "Kalau sepeda cocok untuk anak, dipakai pun lebih aman dan tidak menyakitkan bagi tubuh anak. Jadi acara bersepeda bersama akan terasa lebih menyenangkan," ungkapnya. |
| Last Updated on Wednesday, 17 June 2009 21:37 |


























