RedBlueDark SmallMediumLarge NarrowWideFluid
Home Blog Article SEPEDA, mantan penguasa dunia
SEPEDA, mantan penguasa dunia PDF Print E-mail
Written by Icul - Intisari   
Friday, 13 June 2008 07:00

Boleh-boleh saja mobil mengklaim diri sebagai alat transportasi paling bergengsi. Tapi jangan lupa, sebelum ada mesin yang kecepatannya menyaingi petir, sepedalah penguasa dunia. Sepeda pula yang memutus kejayaan kereta kuda dan hewan-hewan sejenisnya. Hebatnya, meski umur nenek moyang si roda dua ini sudah sangat tua, konsep melaju lewat genjotan kaki ternyata tetap disuka kalangan tua dan muda.


Seperti ditulis Ensiklopedi Columbia, nenek moyang sepeda diperkirakan berasal dari Prancis. Katanya sih, negeri itu sudah sejak awal abad ke-18 mengenal alat transportasi roda dua yang dinamai velocipede. Bertahun-tahun, velocipede menjadi satu-satunya istilah yang merujuk hasil rancang bangun kendaraan dua roda. Tapi, jangan membayangkan kemiripannya dengan bentuk sepeda sekarang. Masih jauuuuh banget!.

Yang pasti, konstruksinya belum mengenal besi. Modelnya pun masih sangat "primitif". Ada yang bilang tanpa engkol, pedal tongkat kemudi (setang). Ada juga yang bilang sudah mengenal engkol dan setang, tapi karena konstruksinya dari kayu, bayangkan sendiri hasil kerjanya!

Adalah wong Jerman bernama Baron Karls Drais von Sauerbronn yang pantas dicatat sebagai salah seorang penyempurna velocipede. Tahun 1818, von Sauerbronn membuat alat transportasi roda dua untuk menunjang efisiensi kerjanya. Sebagai kepala pengawas hutan Baden, ia memang butuh sarana transportasi bermobilitas tinggi. Tapi, model yang dikembangkan tampaknya masih mendua, antara sepeda dan kereta kuda. Makanya masyarakat menjuluki ciptaan sang Baron sebagai dandy horse.

Baru pada 1839, Kirkpatrick MacMillan, pandai besi kelahiran Skotlandia, membuatkan "mesin" khusus untuk sepeda. Tentu bukan mesin seperti yang dipunyai sepeda motor, tapi lebih mirip pendorong yang diaktifkan engkol, lewat gerakan turun-naik kaki mengayuh pedal. MacMillan pun sudah "berani" menghubungkan engkol tadi dengan tongkat kemudi (setang sederhana).

 

Sedangkan Britannica.com mencatat upaya penyempurnaan penemu Prancis, Ernest Michaux pada 1855, dengan membuat pemberat engkol, hingga laju sepeda lebih stabil. Makin sempurna setelah orang Prancis lainnya, Pierre Lallement (1865) memperkuat roda dengan menambahkan lingkaran besi di sekelilingnya (sekarang dikenal sebagai pelek). Lallement juga yang memperkenalkan sepeda dengan roda depan lebih besar daripada roda belakang.

Namun kemajuan paling signifikan terjadi saat teknologi pembuatan baja berlubang ditemukan, menyusul kian bagusnya teknik penyambungan besi, serta penemuan karet sebagai bahan baku ban. Namun, faktor safety dan kenyamanan tetap belum terpecahkan. Karena teknologi suspensi (per dan sebagainya) belum ditemukan, goyangan sering membuat penunggangnya sakit pinggang. Setengah bercanda, masyarakat menjuluki sepeda Lallement sebagai boneshaker (penggoyang tulang). Alamaaak!

Jangan heran jika di era 1880-an, sepeda tiga roda yang dianggap lebih aman buat wanita dan laki-laki yang kakinya terlalu pendek untuk mengayuh sepeda konvensional menjadi begitu populer. Trend sepeda roda dua kembali mendunia setelah berdirinya pabrik sepeda pertama di Coventry, Inggris pada 1885. Pabrik yang didirikan James Starley ini makin menemukan momentum setelah tahun 1888 John Dunlop menemukan teknologi ban angin. Laju sepeda pun tak lagi ajrut-ajrutan.

Penemuan lainnya, seperti rem, perbandingan gigi yang bisa diganti-ganti, rantai, setang yang bisa digerakkan, dan masih banyak lagi makin menambah daya tarik sepeda. Sejak itu, berjuta-juta orang mulai menjadikan sepeda sebagai alat transportasi, dengan Amerika dan Eropa sebagai pionirnya. Meski lambat laun, perannya mulai disingkirkan mobil dan motor, sepeda tetap punya pemerhati. Bahkan penggemarnya dikenal sangat fanatik.

Kini, sepeda punya beragam nama dan model. Ada sepeda roda tiga buat balita, sepeda mini, sepeda kumbang, hingga sepeda tandem buat digenjot bareng. Bahkan olahraga balap sepeda mengenal sedikitnya tiga macam perangkat lomba. Yakni "sepeda jalan" untuk jalanan mulus yang memiliki sampai 16 kombinasi gir yang berbeda, sepeda track dengan hanya 1 gigi serta sepeda gunung yang memiliki 24 gigi.

Wah wah wah! (Icul)

 

Last Updated on Wednesday, 17 June 2009 22:00
 

Blog

Fisiologi Olahraga
Sistem kardiovaskular & ConditioningMemb...
Panduan Dasar untuk Cyclocomputers
Sebuah Cyclocomputer pada dasarnya adala...
Ayo, Pasang iPhone di Sepeda Anda
Dahon, perusahaan pembuat sepeda lipat m...
Bersepeda di Negeri Hans Christian Andersen (2)
 Tak ada data pasti berapa jumlah s...
Bersepeda di Negeri Hans Christian Andersen (1)
 Cerita Little Mermaidkarangan Han...
Kopenhagen, dari Kota Berpolusi ke "Neutral Carbon City" (2)
Tak ada yang bisa membantah bahwa keingi...
Kopenhagen, dari Kota Berpolusi ke "Neutral Carbon City" (1)
"Welcome to Climate Neutral Country”....
1001 Parkir Sepeda di Kopenhagen...
Ibukota Denmark, Kopenhagen, dikenal seb...
Komunitas Onthel Batavia Menggowes Jakarta
Kalau sudah hari Minggu begini, pengguna...
Bike to Heritage: Tembok Berlin
TIDAK terasa, sudah 20 tahun lewat seja...
Sepeda Makin Tersisih di Cina
Pesatnya perkembangan ekonomi Cina dari ...
Ngatijo, Mbengkel Itu Ibadah, Mesti Jujur...
"Mari, dik. Saya perlihatkan bentuk poro...
Bisnis Suku Cadang Sepeda
Pertumbuhan unit sepeda motor membawa ...
Salurkan Hobi dan Sehat dengan Mengayuh Pedal
Ngonthel Jadi Penghilang Suntuk HOBI t...
Kisah Dua Perempuan Penggila Sepeda Lipat
DUA perempuan ini kerap pelesir ke luar...
Mengayuh Kebugaran
Napas Reka terdengar mendengus kala ia m...
Ayo, Rame-rame Gowes ke Sekolah!
Bel sekolah berbunyi keras sampai ke lua...
Makin Digemari, Sepeda Listrik Diusulkan Punya Dokumen
Sepeda listrik mestinya juga dilengkapi ...
Kalau Pengantin Naik Sepeda...
SEPASANG muda-mudi tersebut tampak sumri...
Sepeda Murah Nan Unik
Apa yang bisa Anda buat dari serumpun ba...
Nugie Serukan Naik Sepeda
Nugie peduli lingkungan. Penyanyi ini me...
Sepeda Bersistem Komputer
Barangkali ini adalah sepeda paling cang...
Folding Bike
Sepeda lipat umumnya dibuat untuk ukura...
Sepeda Termahal di Dunia
Bagi pencinta sepeda, tentu senang berbu...
Downhill, Sahabat Gravitasi
Jangan aneh ya kalo di jalan melihat rom...
SEPEDA, mantan penguasa dunia
Boleh-boleh saja mobil mengklaim diri se...
Kompak & Sehat berkat Sepeda
BERSEPEDA bersama kelu...
Jenis Sepeda
Berdasarkan suspensi ata...
Apakah Sepeda Gunung itu.??
Sepeda gunung adalah kendaraan 4x4 nya k...
Apa lagi alasan untuk tidak naik sepeda?
BBM akhirnya naik lagi. Tarif angkutan u...
Bike2Work, Kegilaan ya Dianjurkan
Oleh: Muhammad Arief Rahman Tahukah Anda...
Sejarah Sepeda
 Seperti ditulis Ensiklopedia Colu...
Bersepeda Baik Bagi Pasien Gagal Jantung
Bagi mereka-mereka yang sudah pernah din...
Bersepeda atau Seks?
Pengendara sepeda sering mengalami gangg...